9 Bayi Positif Tertular HIV AIDS Sejak Lahir di Cirebon

9 Bayi Positif Tertular HIV AIDS Sejak Lahir di Cirebon Ilustrasi bayi. (Foto: Ist)

CIREBON - Sembilan bayi yang dilahirkan Januari hingga Oktober 2018 di Cirebon positif terinfeksi virus HIV AIDS sejak lahir. Kondisi tersebut pun melengkapi 58 kasus baru HIV AIDS di Kota Udang tersebut.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon Sri Maryati mengklaim, kasus tersebut merupakan jumlah yang cukup banyak. "Kalau dirata-rata setiap bulan ada kasus kelahiran bayi positif HIV," kata Sri di Cirebon, Senin (3/12).

Menurutnya, KPA Kota Cirebon telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya HIV AIDS. Di antaranya, ada program home base care untuk ODHA, yakni perawatan berbasis rumah. Selain itu ada juga program warga peduli AIDA (WPA).

"Kami dibantu para sukarelawan saat turun ke lokasi-lokasi yang rawan penyebaran HIV AIDS," ucapnya.

Meskipun penyakit tersebut belum ditemukan obatnya hingga saat ini, Sri menegaskan kepada masyarakat untuk bersikap reaktif kepada mereka yang terpapar. Pasalnya, penularan hanya dapat terjadi melalui jarum suntik, darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu yang terinfeksi.

"Kalau hanya duduk berdampingan atau bersalaman sama sekali tidak menularkan virus," ungkapnya.

Mayoritas kasus penularan HIV AIDS di Kota Cirebon disebabkan karena hubungan seksual. Baik itu antarjenis atau bukan kepada pasangan yang sah. 

Jika ditotal, kata dia, sejak 2006 terdapat 984 kasus HIV AIDS di Kota Cirebon. Hal tersebut lantas menempatkan Cirebon dalam 10 besar kota dengan kasus HIV AIDS tertinggi di Jawa Barat (Jabar). Sedangkan di Wilayah III Cirebon, kasus sebanyak itu Menempatkan Kota Cirebon di urutan ketiga setelah Indramayu dan Kabupaten Cirebon.