Banjir di Kabupaten Serang Berangsur Surut

Banjir di Kabupaten Serang Berangsur Surut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tidak ada korban akibat banjir setinggi 10 hingga 120 sentimeter tersebut.

Serang, Jurnal Jabar - Banjir yang melanda Kabupaten Serang, Banten, berangsur surut. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tidak ada korban akibat banjir setinggi 10 hingga 120 sentimeter tersebut.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan genangan berangsur surut dan warga tetap bertahan di rumah. Tidak ada laporan korban jiwa ketika banjir terjadi dengan ketinggian muka air antara 10 hingga 120 sentimeter. kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (15/9/2021), dilansir dari laman alinea.id.

Abdul menjelaskan, banjir melanda tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Tunjung Teja, Pamayaran, Cikeusal, Kibin, Ciruas, Padarincang dan Bandung. Sebanyak 267 KK atau 768 jiwa terdampak di beberapa kecamatan tersebut. Ia menambahkan, banjir terparah melanda Kecamatan Kibin.

“Genangan terparah terjadi di Kecamatan Kibin,” sambungnya.

Jumlah warga terdampak terbanyak berada di Kecamatan Kibin dengan 94 KK (257 jiwa). Selanjutnya, warga terdampak berikutnya berada di Kecamatan Tanjung Teja 80 KK (202 jiwa), Padarincang 28 KK (140 jiwa), Bandung 23 KK (70 jiwa), Cikeusal 32 KK (65 jiwa) dan Pamayaran 10 KK (34 jiwa).

BPBD Kabupaten Serang berada di lokasi terdampak untuk melakukan kesiapsiagaan apabila dibutuhkan evakuasi warga, serta pendataan dampak banjir. Selain itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa.