BMKG Kertajati Sempat Temukan 7 Titik Panas

BMKG Kertajati Sempat Temukan 7 Titik Panas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati di Majalengka. (Foto: Google Maps).

MAJALENGKA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati di Majalengka, mengimbau warga agar tidak membakar dan membuang puntung rokok sembarangan. Pasalnya sempat ditemukan tujuh titik panas di Wilayah Cirebon. 

"Untuk pantauan sore ini (Senin, 16/9) tidak ada titik panas, untuk itu kami mengimbau jangan membuang puntung rokok sembarangan," kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kertajati, Majalengka Ahmad Faa Iziyn di Majalengka, Senin (16/9).

Faiz mengatakan, pada Minggu (15/9) sampai Senin (16/9) pukul 06.00 WIB, memang terpantau ada tujuh titik panas di Wilayah Cirebon. Semua titik itu meliputi Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

Tapi, sampai Senin (16/9) sore sudah tidak lagi ditemukan titik panas atau hotspot di Wilayah Cirebon. Akan tetapi, menurutnya, hal ini perlu dijaga dan perhatikan oleh semuanya.

"Meskipun sudah tidak terdeteksi titik panas, tapi kita jangan meninggalkan saat membakar sampah atau lainnya, agar tidak membesar," kata Faiz mengingatkan.

Faiz mengatakan, pada Bulan September ini merupakan puncak musim kemarau untuk Wilayah Cirebon, untuk itu perlu adanya antisipasi dari semuanya.

"September ini merupakan puncak musim kemarau untuk Wilayah Cirebon," kata Faiz.

Ia menambahkan, Wilayah Cirebon juga mengalami pengunduran awal musim hujan selama 30 hari, atau 3 dasarian dari normal. Perkiraannya, awal musim hujan baru masuk pada Bulan November dan Desember. (Ant).