BNPB Giatkan Sosialisasi untuk Antisipasi Bencana Tsunami

BNPB Giatkan Sosialisasi untuk Antisipasi Bencana Tsunami Image: Pixabay.com

GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bencana alam tsunami di pantai selatan Jawa sangat tinggi, sehingga perlu diwaspadai. 

Sehingga, sepatutnya masyarakat pesisir pantai lebih sadar terhadap ancaman bencana tersebut, karena sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Ini kan baru potensi yah bukan prediksi, namanya potensi ada," kata Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Wartono di sela-sela kegiatan sosialisasi ancaman bencana alam di Lapan, Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (6/8).

Ia menuturkan, peringatan potensi tsunami itu tujuannya bukan untuk menakuti masyarakat. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat agar lebih sadar dan selalu waspada dalam menghadapi bencana alam.

"Seperti tsunami besar itu, kami tak menakut-nakuti masyarakat, malah ingin mengedukasi," kata Wartono.

Wartono melanjutkan, BNPB berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat salah satunya dengan melakukan kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami, yang bertujuan mengedukasi masyarakat.

"Salah satu mengedukasi masyarakat itu seperti selalu menyaring informasi yang diterima soal bencana, jangan termakan informasi hoax, harus dicek dulu kebenarannya," imbuhnya.

Upaya lain mengantisipasi ancaman tsunami, menurut Wartono, dengan telah dipasangnya alat Early Warning System (EWS) di pantai selatan Jawa, di antaranya wilayah pantai Kabupaten Garut yang sudah dipasang delapan EWS.

Ia menambahkan, BNPB juga melakukan mitigasi dan mengevaluasi setiap desa terkait ketangguhan dan kesiapannya terhadap ancaman bencana alam.

"Kami juga terus sosialisasi soal mitigasi, evaluasi juga di setiap desa soal ketangguhan bencananya," katanya.

Sosialisasi tentang ancaman bencana alam itu diikuti masyarakat dan pelajar di wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Garut, dengan pemandu yang terlatih dari BNPB.

Kepala SMPN 1 Cibalong, Ridwan menyatakan, kegiatan tersebut bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan siswa, umumnya masyarakat terhadap ancaman bencana alam seperti tsunami.

Khususnya SMPN 1 Cibalong yang lokasinya sekitar 200 meter dari bibir pantai, sehingga perlu adanya pelajaran yang mengedukasi siswa maupun guru dan masyarakat sekitar, dalam mitigasi bencana tsunami.

"Siswa di sini rumahnya juga dekat ke pantai, jadi kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana ini sangat dibutuhkan siswa, makanya kami juga selalu sisipkan materi mitigasi ini," kata Ridwan. (Ant).