Bupati Tasikmalaya Minta Warga Awasi Peredaran Miras

Bupati Tasikmalaya Minta Warga Awasi Peredaran Miras Ilustrasi botol minuman keras. (Image: Pixabay.com).

TASIKMALAYA - Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras. Tujuannya, untuk mengantisipasi terulangnya kembali sejumlah pemuda yang tewas akibat menenggak minuman keras.

"Ini perlu ada tindakan dari seluruh masyarakat untuk saling mengawasi," kata Ade Sugianto kepada wartawan di Tasikmalaya, Senin (26/8).

Ia menuturkan, pemerintah daerah telah mengetahui adanya peristiwa sejumlah pemuda keracunan minuman keras oplosan bahkan tiga orang tewas di Desa/Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya.

Ade prihatin dengan adanya peredaran minuman keras, yang menyebabkan warga Kabupaten Tasikmalaya tewas dan beberapa orang lainnya kritis. Hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

"Saya prihatin dengan kejadian itu," kata Ade.

Ia menegaskan, minuman keras oplosan maupun bukan hanya akan merusak kesehatan, tapi juga memicu perilaku buruk bagi yang meminumnya.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat terutama di lingkungan keluarga untuk menjaga anggota keluarganya, agar tidak terjerumus maupun mencoba menenggak minuman keras.

"Peran lingkungan dan keluarga harus lebih ditingkatkan lagi untuk melakukan pengawasan," kata Ade.

Ade menambahkan, masyarakat jangan terlalu mengandalkan aparat penegak hukum, karena tugas aparat terbatas jangkauannya. Maka untuk itu peran masyarakat lebih penting dalam menangkal bahaya minuman keras.

"Aparat itu kan terbatas jangkauannya, untuk itu peran keluarga adalah yang utama," kata Ade.

Sebelumnya, delapan pemuda dibawa ke Puskesmas Bojonggambir karena kondisinya memprihatinkan setelah menenggak minuman keras oplosan di Bojonggambir, Rabu (21/8) malam.

Selanjutnya, tiga orang meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis, sedangkan korban lainnya masih dirawat di Puskesmas Bojonggambir. (Ant).