Cegah DBD, Warga Harus Diedukasi soal Kebersihan Lingkungan

Cegah DBD, Warga Harus Diedukasi soal Kebersihan Lingkungan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Ist)

TASIKMALAYA - Masyarakat Tasikmalaya harus terus mengedukasi diri terkait pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD). Langkah tersebut ampuh untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, warga Jabar di sejumlah daerah bahkan Indonesia dilaporkan banyak terjangkit penyakit DBD. Untuk itu, kata dia, harus menjadi perhatian pemerintah dalam mencegah penyakit yang berpotensi mematikan tersebut.

"Pencegahan DBD ini belum disadari semua masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang perlu diedukasi mengenai DBD," kata Uu di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (1/2).

Uu menyampaikan, secara resmi sudah meminta Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi Jabar untuk meningkatkan pelayanan pencegahan DBD kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, penyakit DBD merupakan wabah yang datang melalui gigitan nyamuk yang oleh masyarakat bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya minta ditingkatkan (pelayanan), misal penyemprotan asap seminggu sekali, kini bisa dilakukan dua kali dalam seminggu, dan sosialisasi bisa lebih sering lagi," ungkapnya.

Pola hidup sehat, kata dia, harus terus dilakukan masyarakat secara bersama-sama dan berkelanjutan sehingga wabah DBD bisa dicegah. Sementara, beberapa kota dan kabupaten di Jabar terjangkit wabah DBD seperti di Kabupaten Garut, Cirebon, dan Bandung.

"Pencegahan penularan DBD ini membutuhkan peran bersama, terutama untuk menjaga lingkungan sekitar," tuturnya. (Ant)