Dedi Mulyadi Prihatin dengan Nasib Seniman Tradisional

Dedi Mulyadi Prihatin dengan Nasib Seniman Tradisional Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi (kiri), salam komando dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Foto: Twitter/@DediMulyadi71)

Karawang - Ketua DPD Golkar Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, prihatin dengan banyaknya seniman yang hidup sengsara di Tanah Air. Demikian disampaikan usai bertemu Bagus (73), saat pagelaran wayang golek di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Sabtu (2/2) malam.

Pada kesempatan itu, Bagus menyampaikan, dia sebelumnya menjadi seniman tradisional. Karena penghasilannya tak menentu, beralih profesi.

"Sekarang, mah sehari-hari cuma nyetak bata di Kampung Sawah. Paling sehari cuma dapat Rp40 ribu," ujarnya kepada Dedi.

Pada kesempatan sama, Dedi menilai, tak sedikit seniman tradisional yang tersisihkan secara struktural dan kultural. Tak punya panggung, misalnya, sehingga "banting setir".

"Dan itu, ternyata bukan hanya menimpa seniman tradisi di daerah. Bahkan, seniman besar pun ketika tuanya, banyak sekali yang mengalami problem hidup," bebernya.

Karenanya, mantan Bupati Purwakarta ini mendorong negara memberikan jaminan kesejahteraan kepada para seniman. Misalnya, memberikan asuransi kepada pekerja seni.

"Saya berkali-kali menyampaikan, negeri ini sudah seharusnya merumuskan asuransi bagi pekerja seni. Sehingga, ketika tidak punya lagi panggung, mereka bisa hidup dengan baik," terangnya.

Dedi menambahkan, pemerintah pun wajib memperbanyak panggung-panggung hiburan di pedesaan. Sehingga, seniman tradisional terus mendapatkan penghasilan dari bakat dan kemampuannya.

"Untuk menyediakan ruang panggung itu, ada kementerian yang menangani, ada dinas yang menangani. Ruang panggungnya harus dibuka, mereka harus diberikan ruang untuk berekspresi," tandas dia.