Megawati Soekarnoputri Hadiri Panen Raya di Indramayu

Megawati Soekarnoputri Hadiri Panen Raya di Indramayu Image: pixabay.com

Indramayu - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri berharap Indonesia tidak terburu-buru mengekspor beras yang baru dipanen, karena stok beras untuk penduduk Indonesia harus dipenuhi terlebih dahulu.

"Kalau panen padi itu, berasnya jangan langsung diekspor dulu, suruh rakyat makan dulu, cukup dulu, baru sisanya diekspor," ujar Megawati saat memberikan pidato politik di Desa Majakerta, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (04/04/19).

Megawati menyebutkan bila bahan pangan didahulukan untuk rakyat, maka akan mempermudah swasembada pangan di Indonesia.

"Kalau panen padi dan rakyat didahulukan, maka kita bisa swasembada, bisa berdiri di kaki sendiri," ujar Mega di hadapan para petani Indramayu, ratusan warga desa Majakerta, dan seluruh kader PDI-P di wilayah Indramayu.

Lebih lanjut Megawati mengajak para pemuda desa untuk mau kembali bertani, dan menggarap tanah mereka menjadi sawah daripada migrasi ke kota atau bekerja di pabrik.

"Kalau saya tanya kenapa tidak mau jadi petani, jawabannya capek. Tentu capek, tapi nikmat karena tanahnya milik sendiri," ujar Megawati.

Dia menjelaskan menjadi petani pada saat ini dipermudah dengan adanya kelompok tani serta dukungan dari pemerintah.

"Dengan kelompok tani, para petani bisa memiliki suara yang lebih solid, caranya kerja juga bagus, tahu bibit ini bagus atau tidak," tambah Megawati di acara panen raya padi MSP (mari sejahterakan petani) di Desa Majakerta, Kabupaten Indramayu. (ANT).