Tepung Jagung Produksi Banten Diekspor ke Filipina dan Vietnam

Tepung Jagung Produksi Banten Diekspor ke Filipina dan Vietnam Sumber Foto: twitter @karantinacilegn

Cilegon – Karantina Pertanian Cilegon mengirim tepung jagung atau corn starch asal Banten ke Filipina dan Vietnam. Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi, mengatakan pihaknya memastikan ketentuan Sanitary and Phytosnitary Measure dan kualitas serta mutu media pembawa sebagai hasil olahan jagung.

“Kami memastikan bahwa produk ekspor Indonesia sehat, dengan diterbitkan Phytosanitary Certificate (PC) dari Karantina Pertanian maka ekspor akan diterima oleh negara tujuan dan tidak mengalami penolakan,” ujarnya dilansir dari akun twitter @karantinacilegn.

Produk olahan jagung ini yang dikirim ke Filipina sebanyak 370 ton senilai Rp2,4 miliar. Sedangkan 18,5 ton tepung jagung senilai Rp132 juta dikirim ke Vietnam.

Sementara itu, Pemeriksa Karantina Tumbuhan, Andi Setiawan mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan fisik, volume serta pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan secara visual. Selain pemeriksaan fisik, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kelayakan kontainer dan kemasannya sebagai alat angkut.

“Setelah dinyatakan benar dan sehat, akan diterbitkan PC yang merupakan dokumen wajib yang harus dipenuhi saat melakukan ekspor dan merupakan persyaratan dari negara tujuan,” terangnya.

Menurut Andi, pemeriksaan tersebut guna memastikan bahwa produk yang diekspor bebas Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina atau serangga hidup dan juga untuk memastikan bahwa volume serta bentuk fisiknya benar sesuai dengan dokumen yang diajukan.