FIK UI Beri Pelatihan Perawatan Lansia

FIK UI Beri Pelatihan Perawatan Lansia Ilustrasi lansia. (Image: Pixabay.com).

DEPOK - Kesehatan lansia menjadi penting mengingat semakin besar populasi lansia di Indonesia, sebagai dampak dari bertambahnya usia harapan hidup (UHH).

Oleh sebab itu, Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIKUI) melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

"Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) memperkenalkan model keperawatan Santun Lansia, sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam merawat lansia," kata Ketua Tim Pengmas FIK UI Dr.Etty Rekawati di Kampus UI Depok, Rabu (9/10).

Untuk memperkenalkan model keperawatan tersebut kepada masyarakat, Tim Pengmas FIK UI menggelar pelatihan kepada 45 pelaku rawat lansia di Kelurahan Bojong Nangka, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari Pengabdian Masyarakat di tahun 2018, yang berfokus pada peningkatan kemampuan keperawatan mandiri lansia.

Sehingga, perlu adanya penguatan dari pihak keluarga dan kelompok pendukung lain, lewat program keperawatan Santun Lansia.

"Model Keperawatan Santun Lansia dikreasikan untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan kualitas hidup lansia," katanya.

Kondisi kesehatan lansia yang menurun, seiring adanya penuaan dan timbulnya penyakit kronik, menjadi latar belakang mengapa program ini dibentuk. Kami melihat peran keluarga merupakan pendukung dan pelaku rawat utama lansia di rumah.

"Keluarga memiliki peran sebagai pemberi dukungan utama sehingga diperlukan pelatihan kepada keluarga tentang bagaimana merawat lansia dan memberikan dukungan kepada lansia di rumah," kata Etty.

Model Keperawatan Santun Lansia yang dilaksanakan di Desa Bojong Nangka ini, dimulai dengan Pelatihan kepada 'caregiver' atau pelaku rawat tentang bagaimana cara merawat. Juga memberikan dukungan kepada lansia yang tinggal di rumah.

"Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas hidup Lansia, serta memberdayakan masyarakat lewat partisipasi aktif selama pendampingan," ujar Etty. (Ant).