Pfizer Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin untuk Anak di Bawah 5 Tahun

Pfizer Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin untuk Anak di Bawah 5 Tahun Ilustrasi Vaksin Pfizer (Foto: halodoc.com)

Jakarta, Jurnal Jabar - Pfizer mengajukan izin penggunaan darurat vaksin untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Menyikapi pengajuan ini,FDA akan meninjau data yang tersedia, serta mendiskusikannya di hadapan penasihat independen dalam beberapa minggu ke depan.

Melansir ABC News, Rabu (2/2), data tersebut akan dibawa ke hadapan penasihat independen Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk ditinjau ulang. Jika semua proses ini berhasil, maka  rekomendasi penggunaan vaksin untuk anak di bawah 5 tahun akan dikeluarkan dalam waktu satu bulan oleh Direktur CDC Rochelle Walensky.

Hingga saat ini, vaksin dua dosis Pfizer tersedia untuk anak-anak di atas 5 tahun. Suntikan booster setelah lima bulan tersedia untuk yang berusia di atas 12 tahun. Moderna dan Johnson & Johnson tersedia untuk orang dewasa.

Selain itu, Pfizer mengumumkan vaksinnya memiliki keamanan dan kemanjuran untuk anak-anak di bawah 5 tahun pada Desember 2021. Dosis untuk anak-anak di bawah 5 tahun adalah sepersepuluh dosis untuk orang dewasa.

"Karena rawat inap anak-anak di bawah lima tahun karena Covid-19 telah melonjak, tujuan bersama kami dengan FDA adalah untuk mempersiapkan lonjakan varian di masa depan dan memberi orang tua pilihan untuk membantu melindungi anak-anak mereka dari virus ini," kata Ketua dan Chief Executive Officer Pfizer, Albert Bourla.

Menurut Pfizer, anak-anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun juga memerlukan tiga dosis vaksin untuk mencapai perlindungan optimal. Jika dua dosis pertama disahkan, maka penelitian untuk booster dosis ketiga akan segera dilakukan.

Pfizer menilai anak-anak di bawah usia 5 tahun kini telah menghabiskan hampir separuh dari hidup mereka di masa pandemi, sehingga vaksin merupakan jawaban atas keamanan bagi sebagian orang tua.