DPR Dukung Kemendikbudristek Rombak Skema Masuk PTN

DPR Dukung Kemendikbudristek Rombak Skema Masuk PTN Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira (Foto: Instagram @andreaspareira)

Nasional, Jurnal Jabar – Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira mendukung upaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merubah skema penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Andreas mengatakan, ujian SBMPTN mulanya dilakukan dengan menggunakan banyak materi dari mata pelajaran (Mapel). Mulai 2023, Kemendikbudristek mengganti SBMPTN menjadi tes skolastik yang mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

“Saya kira, ini hal yang baik meskipun bukan hal yang baru. Itu dalam arti banyak perguruan tinggi bahkan di perguruan tinggi swasta (PTS) hal tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya," kata Andreas, Minggu (11/9).

Menurut Andreas, transparansi dalam pelaksanaan ujian, seperti sistem penilaian dan rekrutmen melalui kriteria-kriteria yang jelas, menjadi hal yang penting dalam transformasi tersebut. Baginya, ini guna menghilangkan korupsi dari dunia pendidikan.

Selain itu, Andreas menyoroti sikap PTN maupun PTS yang sering kali menempatkan diri sebagai industry lantaran mengedepankan aspek komersial.

Lebih lanjut, Andreas mendorong pemerintah mengembalikan penerimaan mahasiswa baru dengan mengedepankan kemampuan akademik calon mahasiswa, bukan lagi kontribusi besaran iuran. Ia menilai, hal ini penting guna menciptakan kualitas pendidikan yang mumpuni.

"Kita kembalikan kepada akar dari pada dunia Pendidikan, yaitu lembaga yang akan mengubah melakukan perubahan terhadap seorang manusia dari yang sekarang menjadi yang lebih baik untuk ke depannya," pungkasnya.