Efikasi masih di atas ambang matas, vaksin Sinovac layak

Efikasi masih di atas ambang matas, vaksin Sinovac layak Ilustrasi. Pixabay

Efikasi vaksin buatan China, seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO. Sehingga, masih layak digunakan.

"Pokoknya WHO mengumumkan efikasi 50% minimal. Jadi apapun yang di atas 50% itu layak. Yang penting dia aman," kata Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi sekaligus Juru Bicara dari PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Iris Rengganis kepada wartawan, Selasa (13/4).

Sebab, kata dia, uji coba maupun uji klinis vaksin Sinovac sudah dilakukan. "Di Brasil sendiri, kan 50,4 atau 50,3% kalau enggak salah Sinovac, tetap dipakai. Karena kita butuh di masa pandemi, jadi kita tidak terlalu lihat merk lagi saat ini," ujarnya.

Yang terpenting menurutnya, vaksinnya tersedia dan aman. "Nanti masalah efektivitas kan sambil berjalan. Kalau perlu nanti diulang, jadi enggak perlu diributkan. Yang penting dari WHO bisa lolos efikasinya. Segala penelitian kita lihat efektivitas vaksin," ujarnya.

Dia menuturkan, efikasi vaksin tidak memiliki dampak ke kesehatan. "Yang penting enggak berdampak buruk pada kesehatan. Tidak meracuni kita lah, tetap aman," ungkapnya.

Dia menyatakan, efikasi vaksin Covid-19 tidak bisa dibandingkan. "Efikasi tiap negara kan berbeda. Kita lihat saja sambil waktu berjalan nanti efektivitas vaksin yang akan kita lihat nantinya," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, rencana mendatangkan vaksin Moderna dan Pfizer dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air. "Karena kan enggak mencukupi," tuturnya.

Dia mengungkapkan, sekitar 70% masyarakat Indonesia ditargetkan menerima vaksinasi Covid-19. "Jadi, membutuhkan vaksin lebih banyak, kita menginginkan dari negara lain, untuk memenuhi kebutuhan, agar herd immunity tercapai," pungkas Iris.