Kepala BNPT Minta Mahasiswa Punya 'Sense of Crisis'

Kepala BNPT Minta Mahasiswa Punya 'Sense of Crisis' Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. (Foto: Instagram - @bnptri).

BANDUNG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. mengatakan, mahasiswa yang merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Maka harus memiliki kepekaan dan kewaspadaan dalam menanggapi hal-hal yang mengancam dirinya, lingkungannya, bangsa dan negara.

"Anak muda, apalagi mahasiswa harus punya sense of crisis, kewaspadaan, perhatikan lingkungan sekitar. Kalian anak muda yang menjadi masa depan bangsa, harus ada naluri kebangsaan. Kalau lihat yang tak lazim, laporkan," kata Suhardi Alius saat memberikan kuliah umum terkait radikalisme, di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Padjajaran (Unpad) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/8).

Ia mengemukakan, semakin maraknya penyebaran paham radikal dan terorisme di lingkungan kampus harus ditanggapi dengan serius. Tidak hanya oleh pejabat kampus, tetapi juga oleh mahasiswa, terlebih mahasiswa baru yang notabenenya masih awam.

Dia mengatakan, mahasiswa juga harus ikut aktif dalam upaya pencegahan menyebarnya paham-paham radikal dan terorisme.

Salah satunya dengan melakukan kontra narasi, di mana anak muda diharapkan ikut serta dalam menebarkan konten-konten positif di dunia maya.

Mantan Kapolda Jabar ini menjelaskan, kontra narasi dengan bahasa anak muda menjadi sangat penting karena anak muda merupakan target perekrutan kelompok radikal, sehingga dibutuhkan pendekatan cara anak muda untuk melawannya.

"Anak muda harus ikut serta dalam mencegah ancaman paham radikal terorisme, bagaimana caranya? Sebar konten positif di dunia maya, ambil peran. Kami di BNPT juga seperti itu, kami memiliki agen-agen anak muda di seluruh Indonesia yang menyebarkan konten positif dengan bahasa mereka, bahasa anak muda," kata Suhardi.

Lebih lanjut Suhardi menjelaskan, pelibatan anak muda dalam pencegahan radikalisme dan terorisme merupakan salah satu program andalan dari BNPT.

Tidak hanya di dalam negeri, BNPT juga merekrut anak-anak muda dari negara-negara lainnya, dengan harapan mereka akan ikut serta menyebarkan konten positif di negaranya masing-masing.

"Di Indonesia kami punya 780 peace ambassadors, atau duta damai, kami punya network-nya, tahun ini kami adakan bertaraf South East Asia, anak muda dari delapan negara Asia Tenggara kami kumpulkan, kami jelaskan kalau mereka menjadi sasaran brainwash. Tahun depan mau kami akan adakan berskala global," kata Suhardi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M. SIE mengungkapkan apresiasinya atas kuliah umum yang diberikan Kepala BNPT.

Ia pun berkomitmen akan terus menjaga Unpad dari paham radikal terorisme.

"Kami terhormat mendapatkan kuliah umum dari narasumber yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Kami di sini, rektorat, dekan dan segenap warga Unpad siap mengawal kampus Unpad sebagai kampus antiradikalisme," kata Suhardi. (Ant).