Pemprov Jabar & Kemenperin Kompak Urus Tekstil Jabar

Pemprov Jabar & Kemenperin Kompak Urus Tekstil Jabar Image tekstil. ( Foto: pixabay.com )

Bandung - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa pada Selasa (26/03/19) menyampaikan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian akan fokus melakukan revitalisasi industri tekstil pada sektor hulu seperti benang, kain, pencelupan, dan sebagainya. Pasalnya impor bahan baku tekstil di Indonesia masih cukup tinggi.

Iwa mengatakan Kemenperin berencana melanjutkan kembali program revitalisasi industri tekstil setelah program ini sempat diberhentikan pada 2015 untuk dievaluasi.

Setelah dilakukan evaluasi, program revitalisasi untuk mesin dan peralatan tekstil ternyata dinilai sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan industri tekstil, terutama dalam meningkatkan utilisasi.

"Pemerintah pusat telah berkomitmen untuk melanjutkan program revitalisasi industri tekstil pada tahun ini. Selain itu, menjelang hari raya lebaran di mana selalu terjadi kenaikan permintaan produk tekstil, kita semua berharap ini dapat menjadi momentum agar produk lokal khususnya Jawa Barat mampu menguasai pasar domestik," harap Iwa.

Iwa juga menilai revitalisasi industri tekstil juga akan memasuki babak baru. Lantaran pemerintah pusat melalui roadmap making Indonesia 4.0 menetapkan industri tekstil dan pakaian menjadi salah satu dari lima sektor usaha yang diprioritaskan menerapkan teknologi canggih. 

"Indonesia di 2045 akan menjadi lima terbaik dalam sektor industri bruto. Tapi syaratnya tiga. syarat pertama pertumbuhan ekonomi yang spartan di atas 5 persen sampai 2045. Artinya pertumbuhan ekonominya harus yang berkualitas baik menurunkan pengangguran, kemiskinan, kesenjangan sosial, dan bisa meningkatkan taraf pendidikan," lanjut Iwa.

Oleh karena itu, Iwa menilai jika seluruh stakeholder di industri ini bisa bekerja sama maka pertumbuhan perekonomian di Jawa barat bisa di atas rata-rata.

"Targetnya bagaimana kesiapan teman-teman di industri ini. Prinsipnya kita sudah mulai melakukan sosialisasi dan kita ingin membuat master plan yang baik. Kita harus ada lompatan untuk pembangunan kita yang terstruktur dan sistemik. Karena kekalahan kita dalam daya saing adalah tidak terintegrasi secara baik di pola transformasi kita sehingga terjadi high cost economy," beber Iwa.

Meski demikian, Iwa menyebut ekspor terbesar di Jawa Barat adalah di sektor tekstil dan alhasil pihaknya bakal mendorong industri padat karya agar bisa diarahkan pada lahan 3.448 hektare Segitiga Rebana. (ANT).