Pengeluaran Utang Terbesar untuk Belanja Pegawai, Bukan Infrastruktur

Partai Gerindra meminta rezim Jokowi menghentikan klaim utang luar negeri pemerintah digunakan untuk membiayai kegiatan produktif.
Kamis, 07 Feb 2019 18:32 WIB Author - Achmad Syukron Fadillah

JAKARTA - Partai Gerindra meminta rezim Joko widodo (Jokowi) menghentikan klaim utang luar negeri pemerintah digunakan untuk membiayai kegiatan produktif.

Politikus Partai Gerindra Heri Gunawanmengatakan, ucapannya tersebut merujuk pada kritik yang disampaikan Faizal Basri. Ekonom tersebut mengatakan, utang luar negeri paling banyak digunakan untuk belanja pegawai, yakni Rp336 triliun.

Di posisi kedua, untuk kebutuhan belanja barang Rp340 triliun.Sementara, infrastruktur yang masuk dalam kategori kapital berada di urutan ketiga, yakni Rp204 triliun.

Selama ini utang pemerintah dinarasikan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Ternyata utang untuk gaji pegawai justru jauh lebih besar. Pemerintah harus jujur dan jelaskan hal ini kepada rakyat, kata Heri dalam keterangan tertulis yang diterima jurnajabar.id, Kamis (7/2/2019).

Anggota Komisi XI DPR RI menambahkan, fakta utang luar negeri paling banyak digunakan untuk belanja pegawai membuatnya prihatin. Seharusnya, kata dia, utang pemerintah digunakan untuk kegiatan produktif, bukan justru untuk bayar gaji.

Baca juga :