Mayoritas Nelayan di Pantai Jayanti Tak Lagi Melaut

Nelayan berhenti melaut dan menganggur karena paceklik ikan dan larangan beraktivitas, selama penanganan cepat COVID-19 dilakukan.
Senin, 11 Mei 2020 09:03 WIB Author - Rina Suci

CIANJUR - Sebagian besar nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa berhenti melaut dan menganggur karena paceklik ikan dan larangan beraktivitas, selama penanganan cepat COVID-19 dilakukan pemerintah pusat hingga daerah.

Ketua Kelompok Nelayan Minacempaka 1, Jojon Mulyana, saat dihubungi Senin (11/5) mengatakan sejak dua bulan terakhir 700 anggota kelompok yang dipimpinnya sudah tidak lagi melaut. Sebagian besar juga mendaratkan perahunya, agar tidak rusak dihantam gelombang yang tinggi, sejak beberapa pekan terakhir.

Sekarang yang melaut paling banyak 20 orang, itupun hasilnya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan rumah tangga selama beberapa hari. Saat ini musim paceklik ikan ditambah Corona, sehingga nelayan tidak dapat beraktifitas normal, kata Jojon.

Nelayan Terpaksa Berutang

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tidak sedikit yang terpaksa berutang, dengan harapan paceklik segera usai dan Corona hilang. Sedangkan belasan orang di antaranya ada yang bekerja sebagai buruh serabutan, asal cukup untuk membeli beras dan lauk seadanya, guna berbuka dan sahur anggota keluarganya.

Baca juga :