Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
Normalisasi sungai penting untuk menunjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor ekonomi primer, seperti pertanian dan perikanan.
Normalisasi sungai penting untuk menunjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor ekonomi primer, seperti pertanian dan perikanan.
Pendekatan berbasis data menjadi kunci utama agar bantuan tidak salah sasaran, sekaligus memastikan setiap penyintas mendapatkan solusi hunian yang paling sesuai.
Dari kondisi awal tercatat lebih dari 2,1 juta pengungsi pada Desember 2025, saat ini tersisa 47 kepala keluarga atau 173 jiwa yang tersebar di Bireuen dan Aceh Tamiang.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan akan menggelar koordinasi lanjutan dengan pemerintah daerah setelah Lebaran agar pembangunan huntap dapat segera dikebut.
Kehadiran langsung pemerintah pusat ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak bencana dapat merayakan Lebaran dalam kondisi yang semakin pulih dan lebih baik.
Sejak jauh hari Presiden Prabowo sudah berniat untuk salat idulfitri bersama pengungsi di daerah bencana.
Saat ini, sekitar 110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.
Adapun bantuan disalurkan ke 19 kabupaten dan kota di Aceh, yang sebagian besar mencakup daerah-daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.
Percepatan pendataan penting agar pemerintah pusat dapat segera memulai pembangunan rumah permanen bagi masyarakat terdampak.
Bantuan tahap kedua ini menjangkau 39.246 jiwa atau 10.490 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah daerah terdampak bencana di tiga provinsi.