Mekanisasi Syarat Utama Zero Impor Jagung untuk Pangan

Penggunaan alat dan mesin serta sistem pertanian modern dalam budidaya jagung untuk pangan menjadi solusi mengurangi ketergantungan impor.
Rabu, 31 Agst 2022 22:51 WIB Author - Hermansah

Penggunaan alat dan mesin serta sistem pertanian modern dalam budidaya jagung untuk pangan menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor komoditi tersebut.

Salah satu syarat jagung sebagai bahan baku makanan dan minuman adalah harus memiliki kandungan aflatoksin yang rendah. Aflatoksin adalah senyawa beracun hasil metabolisme sekunder dari cendawan yang menginfeksi jagung, baik saat masih di lahan maupun saat penyimpanan.

Bagaimana memproduksi jagung rendah aflatoksin? Harus skala ekonomi, minimal luasan lahan 1.000 hektare, kemudian dilakukan budidaya jagung dengan prinsip good agriculture practices. Menggunakan mekanisasi, baik itu persiapan lahan, penanaman dan pascapanennya, kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP), Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatut Sumbogodjati belum lama ini.

Presiden Direktur PT Tereos FKS Indonesia Wisman Djaja menambahkan, jagung pangan memiliki dua aspek yang harus diperhatikan, yakni keselamatan pangan manusia dan aspek rendemen pati jagung saat diproses. Selain rendah aflatoksin, persyaratan utama lainnya adalah setelah proses pengeringan selesai jagung harus mempunyai daya kecambah minimal 70%.

Ada satu hal yang kita tidak boleh lupa jagung ini oleh industri harus diproses, dan prosesnya yang terpenting adalah pemisahan pati jagung dari fiber dan protein, kata Wisman dalam kesempatan yang sama. Nantinya, pati jagung ini akan dimanfaatkan menjadi tepung pati jagung, dan ada juga yang diolah lebih lanjut menjadi produk pemanis.

Baca juga :