Menuju Terang Sepenuhnya, Infrastruktur Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Hampir Pulih Total

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan layanan kelistrikan di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah kembali pulih hampir sepenuhnya.
Penulis: Tim copywriter - Senin, 6 April 2026
Menuju Terang Sepenuhnya, Infrastruktur Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Hampir Pulih Total
Menuju Terang Sepenuhnya, Infrastruktur Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Hampir Pulih Total

Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan layanan kelistrikan di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah kembali pulih hampir sepenuhnya.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menegaskan listrik merupakan salah satu infrastruktur paling krusial dalam mendukung kehidupan masyarakat sekaligus percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak.

“(Pemulihan) Listrik kami bisa katakan 99,90 persen. Karena ada daerah terisolir yang jalannya longsor, sehingga belum dapat saluran listrik, tapi (warga) sudah diberikan genset. Ini penting, listrik sangat krusial. Terima kasih kepada Menteri ESDM dan PLN,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (25/3/2026)

Berdasarkan data Satgas PRR Pascabencana Sumatera pada 6 April 2026, kondisi kelistrikan di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat saat ini telah mencapai 100 persen menyala. Hal ini menunjukkan keberhasilan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar.

Sementara itu, di Sumatera Utara, proses pemulihan juga terus dikebut meskipun masih terdapat tantangan di sejumlah wilayah. Tercatat sebanyak 54 pelanggan di dua desa, yakni Desa Siantar Naipospos dan Desa Pardomuan Nauli, masih belum teraliri jaringan listrik secara penuh akibat akses yang terdampak bencana. Namun, kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi melalui dukungan genset portable dari PLN.

Upaya rehabilitasi jaringan listrik di wilayah tersebut terus berjalan. Pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 17,5 kilometer dan pemasangan empat trafo dengan kapasitas masing-masing 50 kVA kini telah mencapai progres 77,82 persen atau sepanjang 13,62 kilometer. Pekerjaan ini kembali dikebut setelah momen Lebaran 2026.

Di sisi lain, Satgas PRR juga sigap merespons gangguan akibat bencana susulan. Banjir yang terjadi pada 19 Maret 2026 sempat menyebabkan pemadaman di wilayah Tapanuli Utara dengan terdampaknya empat gardu listrik dan 54 pelanggan. Namun, penanganan cepat di lapangan memastikan dampak dapat diminimalkan.

Pemulihan sektor ketenagalistrikan ini menjadi fondasi penting dalam mendorong aktivitas masyarakat kembali normal. Dengan listrik yang kembali menyala, layanan publik, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat terdampak dapat berjalan lebih optimal.

Satgas PRR menegaskan akan terus mengawal percepatan pemulihan infrastruktur, termasuk kelistrikan, hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta BUMN seperti PLN menjadi kunci utama dalam memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pemulihan pascabencana.

Editor:

Tim Copywriter untuk website daerah Alinea Tek Nusantara

Scroll