Sumur Bor Terus Bertambah, Air Bersih Mengalir Deras di Wilayah Terdampak Bencana

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menambah fasilitas sumur bor untuk menopang kebutuhan air bersih penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Penulis: Tim copywriter - Selasa, 31 Maret 2026
Sumur Bor Terus Bertambah, Air Bersih Mengalir Deras di Wilayah Terdampak Bencana
Sumur Bor Terus Bertambah, Air Bersih Mengalir Deras di Wilayah Terdampak Bencana

Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Selasa (31/3/2026)

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menambah fasilitas sumur bor untuk menopang kebutuhan air bersih penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan data Satgas PRR per 31 Maret, dari 1.490 sumur bor yang akan dibangun di tiga daerah terdampak, sebanyak 958 diantaranya telah selesai dibangun dan 548 lainnya sedang dalam proses pembangunan. Adapun rinciannya di Aceh dari 1.091 sumur bor yang akan dibangun, sebanyak 728 diantaranya telah selesai dibangun.

Sementara di Sumut, dari 218 sumur bor yang akan dibangun, sebanyak 135 diantaranya telah selesai dibangun. Adapun di Sumbar, dari 181 sumur bor yang akan dibangun sebanyak 95 diantaranya telah selesai dibangun.

Capaian ini naik signifikan jika dibandingkan pembangunan sumur bor di tiga daerah terdampak pada 1 Maret lalu. Rincianya saat itu di Aceh, baru sebanyak 369 sumur bor yang baru dibangun. Kemudian di Sumut baru 84 sumur bor yang dibangun. Sementara di Sumbar, baru terdapat 21 sumur bor yang dibangun.

Percepatan pembangunan sumur bor di tiga daerah terdampak, tidak lepas dari kerja gotong royong lintas sektor pemerintah yang terdiri dari: TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sumur bor merupakan sarana dan prasarana krusial penunjang kebutuhan air bersih penyintas bencana untuk keperluan sehari-hari, mulai dari konsumsi, memasak, mandi, hingga menunjang aktivitas ibadah.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan percepatan pembangunan sumur bor sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas bencana. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya krisis kesehatan serta membantu pemulihan kehidupan penyintas bencana Sumatera.

Tito juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang telah bergotong royong membangun fasilitas air bersih. Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi hal mendesak mengingat jaringan air dan sanitasi mengalami kerusakan akibat bencana longsor dan banjir yang melanda Sumatera pada akhir tahun lalu.

"Terima kasih banyak kepada PLN, Danantara, Kementerian ESDM ada pembuatan sumur bor dan MCK. Untuk MCK 80%, sumur bornya masih perlu banyak, karena ini ada masalah air minum, jaringan-jaringan yang putus," kata Tito.

Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2).

Editor:

Tim Copywriter untuk website daerah Alinea Tek Nusantara

Scroll