Menjelang bulan suci Ramadan 2026, pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan terdampak bencana di Sumatera terus menunjukkan progres signifikan. Pemerintah memastikan rehabilitasi madrasah, pondok pesantren, rumah ibadah, dan Kantor Urusan Agama (KUA) berjalan cepat melalui kolaborasi lintas sektor.
Data Kementerian Agama mencatat sebanyak 773 madrasah, 1.173 pondok pesantren, 1.593 rumah ibadah, serta 102 KUA terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, sebagian mengalami kerusakan berat, meliputi 110 madrasah, 13 madrasah yang harus direlokasi, 107 pesantren, 40 rumah ibadah (16 masjid dan 24 gereja), serta satu unit KUA.
Namun, pemulihan terus bergerak. Hingga kini, 650 madrasah telah direhabilitasi dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal. Sebanyak 1.066 pondok pesantren telah beroperasi kembali. Dari sisi rumah ibadah, 1.563 unit sudah difungsikan untuk pelayanan umat. Sementara itu, 101 KUA telah beroperasi normal dan satu lainnya tetap melayani masyarakat dari lokasi sewa sementara.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, menjelang Ramadan pemerintah memprioritaskan fasilitas yang menunjang kegiatan ibadah. Fokus tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga penguatan layanan sosial-keagamaan bagi masyarakat terdampak. Aparatur Kemenag di daerah, mulai dari Kanwil, jajaran KUA, imam dan muazin masjid, penyuluh agama, hingga guru madrasah, turut aktif mendampingi warga. Organisasi kemasyarakatan keagamaan juga dilibatkan untuk memperkuat dukungan spiritual dan sosial selama masa transisi pemulihan.
Nasaruddin turut menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, yang membantu percepatan rehabilitasi, khususnya di wilayah dengan tingkat kerusakan berat seperti Aceh. Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih siap menyambut Ramadan dibandingkan fase awal pascabencana.
Sebagai bagian dari kesiapan Ramadan 2026, Kementerian Agama juga menyalurkan bantuan 231 ekor sapi, lembu, dan kambing untuk mendukung tradisi meugang di Aceh. Selain itu, disiapkan pula 200 ribu mushaf Al-Qur’an dan 10 ribu paket perlengkapan ibadah guna memperkuat layanan keagamaan di wilayah terdampak.
Pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan di Sumatera bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan kembali ketenangan, harapan, dan kekuatan spiritual masyarakat jelang bulan suci.