Jelang Lebaran, Aktivitas Pasar Rakyat di Wilayah Terdampak Terus Bergeliat

Pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus menunjukkan perkembangan positif. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat sebagian besar pasar rakyat di tiga provinsi tersebut kini telah kembali beroperasi sehingga aktivitas perdagangan masyarakat mulai pulih secara bertahap.
Penulis: Tim copywriter - Kamis, 12 Maret 2026
Jelang Lebaran, Aktivitas Pasar Rakyat di Wilayah Terdampak Terus Bergeliat
Jelang Lebaran, Aktivitas Pasar Rakyat di Wilayah Terdampak Terus Bergeliat

Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Kamis (12/3/2026)

Pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus menunjukkan perkembangan positif. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat sebagian besar pasar rakyat di tiga provinsi tersebut kini telah kembali beroperasi sehingga aktivitas perdagangan masyarakat mulai pulih secara bertahap.

Berdasarkan data pemantauan Satgas PRR per 12 Maret 2026, dari total 112 pasar rakyat di Aceh, sebanyak 99 pasar telah kembali beroperasi, sementara 13 pasar lainnya masih dalam proses pemulihan, atau sekitar 88% telah aktif kembali.

Di Sumut, dari total 57 pasar rakyat, sebanyak 56 pasar telah beroperasi kembali, sementara satu pasar masih dalam proses pemulihan, sehingga tingkat operasional pasar telah mencapai sekitar 98,2%.

Adapun di Sumbar, seluruh 25 pasar rakyat yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi atau mencapai 100% pemulihan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat, menjadi bagian penting dalam mendorong kembali aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

“Pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat, terus menunjukkan hasil nyata. Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal. Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh,” ujar Budi saat Rapat Koordinasi dengan DPR RI, Rabu (18/2/2026)

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan pada periode Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah daerah juga melakukan intervensi pasar.

Pemerintah Provinsi Aceh, misalnya, menggelar pasar murah berupa gerakan pangan murah yang dipusatkan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi.

“Gerakan ini menjadi intervensi krusial di tengah melonjaknya harga bahan pokok, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana alam. Tujuan utama dari gerakan ini adalah memastikan rantai pasok pangan tetap terjaga,” kata Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir di Meulaboh, Senin (9/3/2026)

Menurut Nasir, langkah tersebut diambil menyusul tingginya inflasi di wilayah Aceh yang dipicu gangguan konektivitas transportasi yang sempat menghambat distribusi komoditas pangan utama.

“Inflasi yang sangat tinggi di Aceh terjadi karena adanya gangguan konektivitas yang mengganggu rantai pasok kita, khususnya untuk komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, dan bahan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Operasi pasar tersebut direncanakan dilaksanakan di 23 kabupaten/kota di Aceh, dengan frekuensi dua kali di setiap daerah. Sementara untuk 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana, kegiatan pasar murah akan ditingkatkan hingga enam kali guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.

Editor:

Tim Copywriter untuk website daerah Alinea Tek Nusantara

Scroll