Kualitas Udara Kota Bandung Masuk Kategori Sedang

Kualitas Udara Kota Bandung Masuk Kategori Sedang Aktivitas masyarakat di Kota Bandung. (Foto: Kartiko Bramantyo Dwi Putro / Jurnal Jabar)

Kota Bandung, Jurnal Jabar – Indeks Standar Polusi Udara (ISPU) atau kualitas udara di Kota Bandung, Jawa Barat masuk kategori sedang. Kepala Seksi Pemantauan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Irene Irmamuti, mengatakan angka ISPU dalam satu minggu terakhir menunjukkan tertinggi pada angka 93 dan terendah pada angka 67 untuk parameter PM2,5.

"Sedang adalah tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada manusia, hewan dan tumbuhan," kata Irene, dikutip dari bandung.go.id, Sabtu (19/8).

Irene menjelaskan, angka normal untuk masuk kategori baik yakni 0-50, sementara angka kategori sedang berada di 51-100.

“Namun idealnya kualitas udara itu terbagus pada kategori Baik yang berarti sehat," jelasnya.

Menurut Irene, parameter penyebab angka ISPU Sedang yaitu PM2,5 merupakan partikulat yang dapat bersumber secara alami dari debu. Selain itu juga bisa disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, asap cerobong dari pabrik dan lainnya.

"Hal yang memengaruhi kondisi tersebut di atas adalah karna kondisi cuaca ekstrim di Kota Bandung musim kemarau dan juga karna posisi Kota Bandung yang berada pada cekungan menyebabkan akumulasi polusi lebih lama," tuturnya.

Irene menambahkan, DLH Kota Bandung saat ini sedang melakukan beberapa upaya kualitas udara meningkat, antara lain dengan melaksanakan pembinaan kepada pelaku usaha yang kegiatan usahanya dapat mencemari kualitas udara.

Lebih lanjut, Irene menyampaikan DLH juga menggencarkan sosialisasi epada masyarakat untuk ikut serta menurunkan polusi udara melalui unsur kewilayahan kecamatan dan kelurahan. Pihaknya juga menyosialisasi kepada unsur pemerintahan, masyarakat, kalangan akademisi dan pelaku usaha tentang eco driving, serta bimbingan teknis kepada pelaku usaha dalam upaya pengendalian pencemaran udara.

"DLH Kota Bandung juga melaksanakan pemantauan kualitas udara secara kontinyu untuk mengetahui kondisi kualitas udara," pungkas Irene.