Mensos Beri Rp15 Juta untuk Ahli Waris Korban Longsor Sukabumi

Mensos Beri Rp15 Juta untuk Ahli Waris Korban Longsor Sukabumi Mensos Agus Gumiwang memberikan bantuan untuk ahli waris korban longsor di Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/1). (Foto: Ist)

SUKABUMI - Kementerian Sosial (Kemensos) bakal memberikan santunan sebesar Rp15 juta bagi keluarga ahli waris korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

Hal tersebut disampaikan langsung Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi lokasi bencana. Politikus Golkar itu didampingi Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono.

Menurutnya, hari pertama selalu sulit untuk dijalani di setiap terjadi bencana. Tak luput, Agus mengapresiasi kinerja para relawan dalam menjalankan tugasnya.

"Berapapun jumlah korban yang terkena longsor akan kami berikan bantuan melalui ahli waris," kata Agus di lokasi longsor, Kamis (3/1).

Agus pun langsung memberikan bantuan dari Kemensos kepada ahli waris korban uang tunai Rp15 juta per jiwa. Total, Kemensos mengucurkan Rp195 juta untuk 13 korban jiwa yang ditemukan hingga hari ini.

Sementara, Adjo menyampaikan, evakuasi pada hari ini berlangsung lancar dan kondusif. Dia juga mengimbau, agar masyarakat tetap waspada khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana. Mengingat, kata dia, cuaca ekstrem masih akan meliputi wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Lokasi evakuasi sata ini tambah tertib dalma penanganan. Tidak tampak banyak orang yang menonton seperti hari-hari sebelumnya. Mudah-mudahan upaya mencari sisa korban yang belum diketemukan berhasil. Semuanya harus ditemukan," kata Adjo.

"Juga harus waspada (masyarakat). Kadang bencana seperti ini datang tidak diduga. Khususnya di Cisolok ini yang berbukit-bukit. Ada rumah yang di atas dan di bawah tebing. Saat hujan deras panjang terjadi harus hati-hati," ungkapnya.

Berdasarkan data Indonesian Disaster Emergency Response Unite korban selamat sebanyak 64, luka berat tiga, meninggal dunia 13, dan belum ditemukan 20 jiwa.