Cegah Covid-19, masyarakat harus benahi sikap dan tindakan

Cegah Covid-19, masyarakat harus benahi sikap dan tindakan Ilustrasi. Pixabay

Kasus positif Covid-19 terus meningkat beberapa pekan terakhir di Tanah Air. Pakar menilai, ada dua hal yang mesti masyarakat benahi agar kondisi tidak semakin memburuk.

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Sunyoto Usman, mengungkapkan, ada empat tingkatan dalam menyikapi kasus Covid-19 yakni, pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan. Menurut dia, pengetahuan mengenai coronaavirus sudah tersebar. Kemudian, kesadaran masyarakat mulai timbul.  

"Tapi, yang masih harus dibenahi itu kaitannya dengan sikap dan tindakan. Sikap dan tindakan level analisisnya sudah komunal. Kalau kesadaran itu relatif masih individual atau kelompok kecil," kata Sunyoto kepada wartawan, Rabu (16/6).

Sunyoto memberikan contoh bagaimana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Menurutnya, berhasil menciptakan sikap dan gerakan secara komunal di lintas kabupaten/kota dalam menghadapi penyebaran Covid-19. Misal, kasus di Kudus tapi penanganannya melibatkan dokter dari wilayah lain.

"Sikap dan tindakan itu melibatkan multi stakeholder, sudah pada ruang lingkup yang lebih luas. Kalau hanya bicara kesadaran, masih butuh sikap, dibutuhkan tindakan. Dan itu sifatnya komunal," tuturnya.

Dia menilai, apa yang telah Pemprov Jateng lakukan sudah tepat. "Lintas daerah digerakkan, sudah betul. Jadi tidak hanya tahu saja, tidak hanya sadar saja, tapi melakukan tindakan kerja sama, kolektif, multi stakeholder, lintas daerah," ujarnya.

Sunyoto menegaskan, pencegahan penularan Covid-19 bukan hanya urusan pemerintah pusat. Pemerintah pusat membuat kebijakan strategis. Sedangkan pendekatan secara individual bisa dilakukan kelompok masyarakat. 

"Kalau pusat itu kan membuat kebijakan strategis, tapi yang penting operasional di tingkat bawah. Kalau pemerintah, ya minimal provinsi untuk menggerakan operasional di tingkat lokal. Kalau Satgas di tingkat pusat hanya membuat kebijakan strategis. Mereka kan enggak punya instrumen operasional ke bawah," urai Sunyoto.

Sementara itu, dia menilai, para pemimpin maupun elite bangsa ini perlu memberikan keteladanan ke masyarakat agar protokol kesehatan (prokes) tetap dipatuhi.

"Elite dan tokoh-tokoh masyarakat harus memberikan keteladanan. Bupati, camat jangan membuat kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Bikinlah contoh baik yang bisa ditularkan pada masyarakat lain," ucapnya.

Sunyoto mengatakan, hukuman atau sanksi tidak akan efektif menekan kasus Covid-19. "Harus ada gerakan komunal seperti apa, ada insentif dan disinsentif," kata dia.