Jelang Ramadan, 90% Pasar Terdampak Sudah Bangkit dan Beroperasi

Pemulihan pasar rakyat di Sumatera bukan hanya tentang bangunan yang kembali berdiri, tetapi tentang denyut ekonomi yang kembali hidup, memberi harapan baru bagi pedagang dan masyarakat menjelang bulan suci.
Penulis: Tim copywriter - Rabu, 11 Februari 2026
Banjir bandang yang melanda Pasar Simpang Tiga, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada November 2025 meninggalkan kerusakan signifikan dan mengubah kondisi fisik sungai di sekitarnya. Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah merelokasi sementara pedagang terdampak ke bangunan di area yang lebih aman, termasuk meunasah di sekitar pasar. Foto BNPB
Banjir bandang yang melanda Pasar Simpang Tiga, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada November 2025 meninggalkan kerusakan signifikan dan mengubah kondisi fisik sungai di sekitarnya. Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah merelokasi sementara pedagang terdampak ke bangunan di area yang lebih aman, termasuk meunasah di sekitar pasar. Foto BNPB

Pemulihan sektor perdagangan di wilayah terdampak bencana di Sumatera menunjukkan progres signifikan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, sekitar 90% pasar rakyat prioritas kini telah kembali beroperasi. Capaian ini menjadi sinyal kuat bangkitnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Ramadan 2026.

Dari total 166 pasar rakyat prioritas dengan 4.952 pedagang terdampak, sebanyak 149 pasar atau sekitar 90% sudah kembali berfungsi. Sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan dan mayoritas berada di Provinsi Aceh. Data awal menunjukkan 93 pasar mengalami rusak ringan, 12 rusak sedang, dan 61 rusak berat. Pendataan dilakukan bersama dinas perdagangan daerah serta kementerian/lembaga terkait, dan telah diinput ke sistem Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memastikan sinkronisasi lintas sektor.

Secara rinci, di Aceh terdapat 116 pasar terdampak, dengan 99 pasar telah kembali beroperasi. Di Sumatera Utara, seluruh 47 pasar terdampak sudah pulih sepenuhnya. Sementara itu, tiga pasar terdampak di Sumatera Barat juga telah kembali berfungsi. Sebagai bagian dari reaktivasi pasar rakyat, Kementerian Perdagangan bersama pemerintah daerah melakukan pembersihan dan penataan, termasuk di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, yang menjadi pusat distribusi penting bagi masyarakat.

Selain pembersihan dan perbaikan fisik, Kemendag menyiapkan tenda darurat bagi pedagang agar aktivitas jual beli tetap berjalan selama proses rehabilitasi berlangsung. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk mengusulkan anggaran revitalisasi pasar terdampak, sehingga pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.

Di sisi pasokan, Kemendag bersinergi dengan ID Food, Bulog, pelaku usaha, dan pemasok guna menjaga distribusi barang kebutuhan pokok di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini memastikan pedagang kembali berjualan dengan stok yang memadai.

Untuk sektor ritel modern, berdasarkan koordinasi dengan APRINDO, tercatat 274 toko swalayan terdampak bencana. Sebanyak 259 gerai atau sekitar 95 persen telah kembali beroperasi normal, dan sisanya ditargetkan pulih sepenuhnya pada akhir Februari 2026.

Menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok di wilayah terdampak relatif stabil dibandingkan fase awal bencana. Indeks perkembangan harga Januari–Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan Desember 2025, seiring normalisasi distribusi logistik. Pemerintah terus memantau harga komoditas strategis seperti daging sapi, cabai, dan daging ayam agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Pemulihan pasar rakyat di Sumatera bukan hanya tentang bangunan yang kembali berdiri, tetapi tentang denyut ekonomi yang kembali hidup, memberi harapan baru bagi pedagang dan masyarakat menjelang bulan suci.

Editor:

Tim Copywriter untuk website daerah Alinea Tek Nusantara

Scroll