Pemulihan pasar rakyat di Sumatera bukan hanya tentang bangunan yang kembali berdiri, tetapi tentang denyut ekonomi yang kembali hidup, memberi harapan baru bagi pedagang dan masyarakat menjelang bulan suci.
Pemulihan pasar rakyat di Sumatera bukan hanya tentang bangunan yang kembali berdiri, tetapi tentang denyut ekonomi yang kembali hidup, memberi harapan baru bagi pedagang dan masyarakat menjelang bulan suci.
Tak sekadar meninjau daerah terdampak bencana, Tito juga makan siang bersama warga di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak. Ia duduk bersama warga yang tengah berjuang memulai kembali kehidupan mereka pascabencana
Mendagri Tito meminta seluruh menteri Kabinet Merah Putih untuk segera memberi perhatian dan melakukan langkah percepatan pemulihan.
Pemerintah pusat sejak awal telah melakukan mobilisasi nasional untuk menangani dampak bencana termasuk di Provinsi Sumbar. Mobilisasi ini melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah (Pemda).
Rangkaian kebijakan yang diterbitkan Mendagri telah menjawab kebutuhan mendesak daerah terdampak, baik dari sisi fleksibilitas anggaran, keberlanjutan pelayanan publik, hingga pemulihan tata kelola pemerintahan desa.
Anggaran pemulihan tersebut difokuskan pada perbaikan infrastruktur dasar, seperti kantor desa, sekolah, dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.
Tito mengakui bahwa pendataan penerima bantuan renovasi rumah rusak ringan dan rusak sedang masih terkendala akurasi data.
Layanan jemput bola yang dilakukan petugas Dukcapil dinilai cepat, mudah, dan tanpa pungutan biaya, sehingga warga kembali memiliki dokumen kependudukan dalam waktu singkat.
Kunjungan tersebut difokuskan pada pemetaan persoalan yang dihadapi pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Kehadiran Presiden Prabowo dan Mendagri Tito disambut antusias para pengungsi yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan secara langsung keluhan dan aspirasi mereka.