Pemerintah Indonesia Bahas Isu Ketenagakerjaan di Presidensi G20 India

Pemerintah Indonesia Bahas Isu Ketenagakerjaan di Presidensi G20 India Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, menghadiri The 4th G20 Employment Working Group (EWG) di Indore, India pada Rabu (19/7) (Foto: Instagram @kemnaker)

Jakarta, Jurnal Jabar – Pemerintah Indonesia menghadiri pertemuan The 4th G20 Employment Working Group (EWG) di Indore, India pada Rabu (19/7). Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, mengatakan ada tiga isu prioritas soal ketenagakerjaan yang dibahas pada pertemuan tersebut, pertama yakni mengatasi kesenjangan keterampilan global.

"Hari ini kita memulai sidang pertama dari pertemuan keempat Employment Working Group G20 Presidensi India," kata Anwar, dikutip dari portal media Kemenkominfo infopublik.id, Kamis (20/7).

Anwar menjelaskan, isu kedua yang dibahas yakni perlindungan sosial yang memadai dan kondisi kerja yang layak bagi pekerja di ekonomi pertunjukan dan platform, dan isu ketiga mengenai pembiayaan berkelanjutan perlindungan sosial yang memadai untuk semua.

Menurut Anwar, pembahasan terkait isu yang sangat penting karena telah menjadi fenomena yang terjadi di mana pun. Sementara itu, era digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan, terutama munculnya generasi Z yang sejak lahir sudah berinteraksi dengan digital. Selain itu juga terjadi gap terkait kemampuan atau penguasaaan digital.

"Dan itulah menurut EWG bagaimana strategi-strategi yang tepat untuk mencari solusinya," tuturnya.

Anwar menambahkan, dalam paparan EWG tahap pertama sampai ketiga, pihaknya telah menyampaikan beberapa best practices, terutama praktik-praktik yang sudah diselenggarakan negara-negara G20 dan juga mitra G20.

Pria yang juga ditunjuk sebagai Head of Delegation (HoD) Indonesia ini menyampaikan, isu kedua ini telah dibahas sejak Presidensi Indonesia. Isu tersebut sangat menarik karena keberadaannya merupakan sebuah keharusan dalam rangka melindungi pekerja.

"Nah pertanyaannya adalah bagaimana pada saat pekerjaan itu banyak yang dilakukan secara digitalisasi. Nah inilah yang juga menjadi bahan isu yang kita bahas," jelas Anwar.

Lebih lanjut, Anwar memastikan isu yang ketiga tidak kalah penting untuk dibahas karena setiap program tidak akan memiliki dampak jika tidak dilakukan secara berkelanjutan.

"Itulah beberapa hal yang hari ini kita diskusikan dan banyak poin-poin yang telah kita sepakati. Tinggal beberapa hal saja yang akan kita genapkan untuk besok, dan mudah-mudahan selesai," tutupnya.