Pemprov Kaltim Targetkan Rehabilitasi 27.244 Hektare Mangrove

Pemprov Kaltim Targetkan Rehabilitasi 27.244 Hektare Mangrove Tanaman Mangrove (Foto: worldbank.org)

Balikpapan, Jurnal Jabar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan kegiatan rehabilitasi mangrove (bakau) seluas 27.244 hektare dari 2021 hingga 2024. Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Riza Indra Riadi mengatakan, pihaknya mengajak Keduataan Kanada dan Global Green Growth Institute (GGGI) untuk terlibat menyukseskan rehabilitasi mangrove.

"Silakan teman-teman dari Kedutaan Kanada infokan program kami ini, dan, silakan rekan-rekan GGGI ikut bergabung dan mendukung program kami," ajak Riza, dikutip dari kaltimprov.go.id, Rabu (9/2).

Riza menjelaskan, kegiatan rehabilitasinya telah dilakukan tahun 2021 seluas 6.634 hektar, selanjutnya tahun 2022 ditarget seluas 6.870 hektar, tahun 2023 seluas 6.870 hektar dan tahun 2024 seluas 6.870 hektar.

Ia menambahkan, penanaman mangrove telah dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim sejak tahun 2010. Selain itu, di tahun 2018 menunjukkan luas ekosistem mangrove di Kaltim mencapai 244.437,22 hektar.

Menurut Riza, mangrove dengan kondisi kerapatan jarang sebanyak 33.322,75 hektar atau 13,63 persen, kerapatan sedang sebanyak 39.431,36 hektar atau 16,13 persen dan kerapatan rapat sebanyak 171.683,21 hektare atau 79 persen.  

Lebih lanjut, Riza menyamoaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana membangun persemaian modern mangrove di Pusat Informasi Mangrove (PIM) Delta Mahakam seluas  25 hektare. Kapasitas produksi bibit mangrove dirancang mencapai 10 juta bibit per tahun dengan siklus produksi 2-3 kali per tahun. 

"Dari pembangunan Persemaian Modern Mangrove di PIM Delta Mahakam diperkirakan akan mampu menyerap tenaga kerja setara 10.000 hari orang kerja (HOK) per bulan atau 120.000 HOK per tahun," jelas Riza.