Alih Fungsi Lahan Diduga Penyebab Banjir Pangalengan

Alih Fungsi Lahan Diduga Penyebab Banjir Pangalengan Banjir bandang saat menerjang Kecamatan Pangalengan Bandung, Jabar, Jumat (01/03)/Foto: Ist.

Bandung-Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan, Tedy Sumarto menduga penyebab Banjir di di Kecamatan Pangalengan, Jumat (01/03), karena alih fungsi.

Lahan yang dimaksud adalah milik PTPN VIII yang dulunya ditanami pohon kini berubah ditanami sayuran.

"Tanah PTPN luas lahannya kurang lebih 600 hektare. Lahan kami Petak 21 luasnya 230 hektare ada di atas lahan perkebunan (PTPN). Kalau kita tanami kayu putih dan tanaman rimba campur," kata Tedy Sumarto saat meninjau lokasi banjir bandang, Sabtu (02/03).

Penyebab lainnya, kata dia, juga disebabkan sumbatan gorong-gorong hingga air meluap mebanjiri ratusan rumah.

Diharapkan, masyarakat mengambil pelajaran dari kejadian ini dengan muncul kesadaran untuk menjaga alam. 

"Ketika TNI, Polisi, Perhutani menyadarkan masyarakat, kadang-kadang mereka membandel. Mungkin ini menyangkut kehidupan mereka juga," kata Tedy.

Dia pun memastikan lahan Perhutani masih bagus, tidak ada alih fungsi yang dilakukan di wilayahnya. "Clear! Yang gundul ini PTPN, bisa dicek," pungkasnya.