Satgas PRR Laporkan Progres Pemulihan Ekonomi Pascabencana Sumatera

Indikator pemulihan ekonomi terlihat dari kembali beroperasinya pasar dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah terdampak.
Penulis: Tim copywriter - Rabu, 18 Februari 2026
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BNPB Suharyanto meresmikan secara simbolis hunian sementara (huntara) di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026). Foto BNPB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BNPB Suharyanto meresmikan secara simbolis hunian sementara (huntara) di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026). Foto BNPB

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan perkembangan pemulihan ekonomi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama lintas Komisi DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan, indikator pemulihan ekonomi terlihat dari kembali beroperasinya pasar dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah terdampak.

Di Aceh, dari 116 pasar terdampak, sebanyak 99 telah beroperasi dan menyisakan 17 pasar yang masih memerlukan atensi. Sementara itu, di Sumut seluruh 47 pasar terdampak telah beroperasi, begitu juga di Sumbar yang seluruh pasarnya telah kembali berjalan normal.

Untuk sektor UMKM, pemulihan di Aceh baru mencapai sekitar 66%. Adapun di Sumut hampir 100% dan di Sumbar telah mencapai 93%.

“(Aceh) Ini masih perlu kerja keras. Selain itu, atensi khusus juga pada masalah pertanian, karena banyak lahan sawah dan kebun kopi di daerah pegunungan terdampak,” kata Tito.

Ia menegaskan, pemulihan sektor ekonomi sangat krusial untuk menopang kehidupan masyarakat, terlebih menjelang Ramadan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial akan memberikan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabotan sebesar Rp3 juta bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Kalau rusak berat otomatis mereka akan mendapat dua-duanya total Rp8 juta. Sedangkan yang rusak ringan dan sedang bisa diberikan stimulan ekonomi diberikan, karena di lapangan bisa saja rumah rusak sedang, tetapi perabotan dan meubel rusak sehingga diberi bantuan Rp3 juta. Sama juga dengan yang rumah rusak ringan, tapi sawahnya rusak bisa diberikan bantuan ekonomi Rp5 juta,” kata Tito.

Tito juga meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf mempercepat pendataan dan pencairan bantuan, serta mengajak Menteri Keuangan dan DPR mendukung percepatan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang telah disetujui Presiden Prabowo untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah anggaran TKD untuk daerah terdampak bencana di Sumatera sebesar Rp10,56 triliun yang dialokasikan kepada 67 daerah di tiga provinsi, terdiri atas 47 daerah terdampak langsung dan 20 daerah terdampak tidak langsung.

Editor:

Tim Copywriter untuk website daerah Alinea Tek Nusantara

Scroll